Jasa website Judi online 288techno.com | Pada tahun 1994 saya tercatat sebagai siswa baru pada SMUN 2 pada waktu
itu sebagai siswa baru, yah.. acara sekolahan biasa saja masuk pagi
pulang sekitar jam 14.00 sampai pada akhirnya saya dikenalkan oleh teman
seorang gadis yang ternyata gadis itu sekolah juga di dekat sekolah saya
yaitu di SMPN 3. jasa web poker Ketika kami saling menjabat tangan, gadis itu masih
agak malu-malu, saya lihat juga gadis itu tingginya hanya sekitar 158
cmdan mempunyai dada yang memang kelihatan lebih besar darianak
seumurnya sekitar 34B (kalau tidak salah umurnya 14 tahun), mempunyai
wajah yang manis banget dan kulit walaupun tidak terlalu putih tapi
sangat mulus, (sekedar info tinggi saya 165 cm dan umur waktu itu 16
tahun), saya berkata siapa namamu?, dia jawab L----(edited),
setelah
berkenalan akhirnya kami saling memberikan nomor teleponmasing-masing,
besoknya setelah saling telepon dan berkenalan akhirnya kami berdua
janjian keluar besok harinya jalan pertama sekaligus cinta pertama saya
membuat saya deg-degan tetapi namanya lelaki yah..., jalan terus dong.
Akhirnya malam harinya sekitar jam 19.00 saya telah berdiri didepan
rumahnya sambil mengetuk pagarnya tidak lama setelah itu L----muncul
dari balik pintu sambil tersenyum manis sekali dia mengenakan kaos ketat
dan rok yang kira-kira panjangnyahampir mencapai lutut berwarna hitam.JASA WEBSITE TOGEL
Saya
tanya, "Mana ortu kamu...", dia bilang kalau di rumah itu dia cuma
tinggal bersama papanya dan pembantu, sedangkan kalau kakaknya dan
mamanya di kota lain. "Oohh jawab saya", saya tanya lagi"Terus Papa kamu
mana?" dia jawab kalau Papa lagi keluar ada rapat lain di hotel
(papanya seorang pejabat kira-kira setingkat dengan wagub) jadi saat itu
juga kami langsung jalan naik motorku dan tanpa disuruhpun dia langsung
memeluk dari belakang,penis sayaselama jalan-jalan langsung tegang,
habis dada dia begitu kenyal terasa di belakangku seakan-akan
memijit-mijit belakangku (motor waktu itu sangat mendukung, yaitu RGR).
Setelah
keliling kota dan singgah makan di tempat makan kami langsung pulang ke
rumahnya setelah tiba saya lihat rumahnya masih sepi mobil papanya
belum datang. Tiba-tiba dia bilang "Masuk yuk!., Papa saya kayaknya
belum datang". Akhirnya setelah menaruh motor saya langsung mengikutinya
dari belakang saya langsung melihat pantatnya yang lenggak-lenggok
berjalan di depanku, saya lihat jam ternyata sudah pukul 21.30, setiba
di dalam rumahnya saya lihat tidak ada orang saya bilang "Pembantu kamu
mana?", dia bilang kalau kamar pembantu itu terpisah dari bangunan utama
rumah ini agak jauh ke belakang. "oohh...", jawab saya. Saya tanya
lagi, "jadi kalau sudah bukakan kamu pintu pembantu kamu langsung pergi
ke belakang?", dia jawab iya.
"Terus
Papa kamu yang bukain siapa..." "saya..." jawabnya. "Kira-kira Papa
kamu pulang jam berapa sih...", tanya saya. Dia bilang paling cepat juga
jam 24.00. (Langsung saja pikiranku ngeres banget) Saya tanya lagi
"Kamu memang mau jadi pacar saya...". Dia bilang "Iya...". Lalu saya
bilang, "kalau gitu sini dong dekat-dekat saya...", belum sampai
pantatnya duduk di kursi sebelahku, langsung saya tarik ke dalam
pelukanku dan mengulum bibirnya, dia kaget sekali tapi belum sampai
ngomong apa-apa tanganku langsung memegang payudaranya yang benar-benar
besar itu sambil saya remas-remasdengan kuat sekali (habis sudah
kebelet) diapun mengeluh "Ohh.., oohh sakit".Jasa website judi
katanya.
Saya langsung mengulum telinganya sambil berbisik, "Tahan sedikit
yah...", dia cuma mengangguk. Payudaranya saya remas dengan kedua
tanganku sambil bibir saya jilati lehernya, kemudian pindah ke bibirnya
langsung saya lumat-lumat bibirnya yang agak seksi itu, kamipun
berpagutan saling membenamkan lidah kami masing-masing. Penis saya
langsung saya rasakan menegang dengan kerasnya.
Saya
mengambiltangan kirinya dan menuntun memegang penisku dibalik celana
saya, dia cuma menurut saja, lalu saya suruh untuk meremasnya. Begitu
dia remas, saya langsung mengeluh panjang,
"Uuhh..., nikmat sayang", kata saya. "Teruss...",
dengan
agak keras kedua tanganku langsung mengangkat kaos yang dia kenakan dan
membenamkan muka saya di antara payudaranya, tapi masih terhalang
BH-nya saya jilati payudaranya sambil saya gigit-gigit kecil di sekitar
payudaranya,
"aahh...,
aahh". Diapun mendesis panjang tanpa melepas BH-nya saya langsung
mengangkat BH-nya sehingga BH-nya berada di atas payudaranya, sungguh
pemandangan yang amat menakjubkan, dia mempunyai payudara yang besar dan
puting yang berwarna kemerahan dan aku isap puting susunya
Sabtu, 26 Agustus 2017
Home »
CERITA DEWASA
,
CERITA ITIL
,
CERITA KONTOL
,
CERITA MEMEK
,
CERITA MESUM
,
CERITA NGENTOT
,
CERITA SEKS
» "Uuhh..., nikmat sayang", kata saya. "Teruss...",







0 komentar:
Posting Komentar